Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Hangat Diingatan

Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Hangat Diingatan di Ruangbaca.id. Artikel tayang Februari 17, 2020 Dipost oleh admin in Inspirasi.

Smart City Bandar Lampung Gagasan Hartarto Lojaya
Smart City Bandar Lampung Gagasan Hartarto Lojaya

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

Ruangbaca.idSmart City Bandar Lampung? Apa yang terlintas pertama kali dalam ingatan. Pertama kali yang saya mengenal program ini adalah saat 2016 silam disampaikan Hartarto Lojaya.

Wah ternyata program yang sempat bergaung saat itu, masih hangat dalam ingatan. Karena ada beberapa konsep yang sebetulnya telah Mantan Anggota DPRD Lampung ini siapkan.

Dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi, pembangunan, sampai ke sisi teknologi informasi, dan masih banyak lainnya. Konsepnya semua berbasis teknologi majunya kota cerdas.

Dalam diskusi kecil bersama teman-teman menelisik tentang percaturan pemilihan wali kota Bandar Lampung, ada beberapa tanggapan seperti ini?

Konsep Smart City Bandar Lampung masih layak untuk diperbincangkan, disampaikan, dan menjadi alternatif pilihan untuk dikerjakan, sehingga sebuah kota modern, kota cerdas menjadi salah satu bagian dari kota maju di dunia.

Bandar Lampung pun layak mewujudkan hal tersebut. Perkembangan teknologi, era anak-anak zaman sekarang yang semuanya serba digital. Dalam menghadapi era revolusi 4.0 konsep ini tentu sangat baik jika direalisasikan.

Kesiapan sebuah kota cerdas dan kota maju dalam menghadapi era digital telah menjadi keharusan untuk disiapkan dengan baik dan tepat. Bagaimana kehadirannya dijadikan hal yang memudahkan, bukan yang membahayakan.

Hartarto Lojaya Dalam Idenya di Smart City Bandar Lampung

Smart City Bandar Lampung Gagasan Hartarto Lojaya
Ilustrasi Smart City Bandar Lampung Gagasan Hartarto Lojaya | Ruangbaca.id

Saya sebagai penulis, sekedar mengingat diskusi bersama teman, terkait Smart City ini. Karena berbicara tentang kemajuan teknologi yang akan menjadi pembangunan kota maju dan cerdas tentu sangatlah menarik.

Saya mencoba menelisik program yang pernah trending, program yang saya simpulkan masih layak untuk diadopsi diperjuangkan.

Jadi nggak sengaja juga, akhirnya kembali baca-baca konsep Hartarto Lojaya dalam visi membangun Smart City Bandar Lampung.

Pembangunan yang diimbangkan antara infrastruktur, dengan pelayanan serta basis digital dan aplikasi yang terkoneksi internet dan dikuatkan di setiap wilayah.

Sehingga, apa yang akan memudahkan, di antaranya adalah :

  • Proses pembayaran terdigitalisasi, cash less. Ini bisa saja terjadi ya, tak hanya dengan metode aplikasi yang sudah tersedia baik swasta maupun BUMN, tetapi pemerintah kota juga bisa melakukan yang sama.
  • Elektronik money. Demikian hal ini.
  • Penanganan banjir berbasis aplikasi untuk system drainase, informasi peta bencana dan lainnya. Nah poin ini menjadi hal menarik, kenapa? Karea masyarakat lebih tanggap bencana dengan mudah.
  • Masalah lampu penerangan, tersistem secara digital atau melalui remot sistem. Ini poin yang juga nggak kalah menarik. Kenapa? Karena akan memudahkan, lampu dikontrol dengan remot.
  • Perpajakan dikoneksikan dengan vendor berbagai cash less atau non tunai. Era saat ini beberapa lembaga sudah melakukan. Saat ini bisa lebih dikuatkan lagi untuk seluruh sektor.

Smart City di Kota Maju Berbagai Negara

Sebenarnya konsep Smart City ini sudah ada banyak diterapkan di kota maju di berbagai negara. Kota yang hadir dengan kemajuan teknologi dan informasi dalam memudahkan masyarakat beraktifitas.

Tentu hal ini harus diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Nah, ini yang waktu itu pernah digagas Hartarto Lojaya. Seperti kerinduan mendengar gagasan itu kembali di dengar.

  • Tata kelola pemerintahan yang baik,
  • Pertumbuhan ekonomi,
  • Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik,
  • dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di semua sisi dan proses pemerintahan serta pelayanan publik.

Tentunya dengan konsep Smart City ini bisa menjadi trend dalam membangun Kota. Smart City adalah cita-cita kota maju, aman, sejahtera dan berkelanjutan.

Jadi, karena diskusi dulu dan sekarang tentang Smart City tak berubah, saya lantas teringat Hartarto Lojaya tentang Smart City Bandar Lampungnya tersebut.

Hal Penting Smart City Bandar Lampung Gagasan Hartarto Lojaya

Hartarto Lojaya Smart City Bandar Lampung
Hartarto Lojaya dan Smart City Bandar Lampung

Ada banya penjelasan konsep yang menarik yang saya baca dari gagasan Hartarto Lojaya terkait Smart City Bandar Lampung ini.

Beberapa di antaranya yang berhasil saya coba ulas di Blog ini. Di antaranya seperti:

1. Smart Governance (Pemerintahan Cerdas)

Smart Governance tentu ini menarik. Sedalam yang saya pahami apa yang digagas Hartarto adalah tentang harapannya terkait tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Jadi, pembangunan kota yang cerdas, juga harus seiring sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Bagaimana caranya? Cara yang ditawarkan Hartarto saat itu adalahy, setiap penentuan pejabat publik harus terukur dengan melibatkan masyarakat sipil, profesional dan akademisi.

Jadi teknis pemilihan pejabat publik ini melibatkan semua eksponen, di setiap prosesnya, dari seleksi sampai rekrutmen pejabat publik.

Jadi dari lurah, kepala dinas, dan jabatan lainnya dilakukan dengan transparan, yakni lelang. Sehingga, jabatan yang ditempatkan adalah berdasarkan kompetensi, bukan karena kekerabatan, transaksi ekonomi maupun politik.

Masyarakat juga menjadi bisa ikut mengawasi, karena proses yang dilakukan terbuka. Harapannya penyakit korupsi dapat dicegah, diminimalisasi bahkan hilang.

Sehingga, harapan Hartarto juga dengan konsep demikian, tata kelola pemerintahan menjadi baik dan bersih, kasus korupsi anggaran tak lagi terjadi di satuan kerja pemerintah daerah.

Tak hanya itu saja, laporan yang masuk pun ke pimpinan itu sudah dijalankan dengan sistem informasi teknologi yang berkembang. Sehingga, laporannya bukan asal bapak senang.

2. Smart City Bandar Lampung – Smart People (Masyarakat Cerdas)

Poin Smart People dalam gagasan Smart City Bandar Lampung yang disampaikan Hartarto Lojaya ini juga menarik. Bagaimana pembangunan juga seiring dengan peningkatkan kualitas SDM.

Majunya sumber daya manusia merupakan potensi yang harus dimiliki sebuah kota maju agar pembangunannya juga berkualitas.

Tentu gagasan Hartarto ini menarik. Karena gagasannya tak hanya berhenti pada Index Pembangunan Manusia (IPM) di Bandar Lampung pendidikan dasar gratis dan berobat gratis.

Konsep Pendidikan dan Kesehatan

Tetapi juga, tentang konsep bagaimana meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan dengan memperbaiki insentif ke guru dan tenaga medis di tengah beban layanan yang bertambah akibat kebijakan serba gratis.

Konsep lainnya adalah peningkatan sarana dan prasaran yang juga ditingkatkan dengan menyelaraskan teknologi.

Sehingga, selain pasien berobat gratis yang lebih diperhatikan, tetapi juga pelayanan publik yang diakses dengan lebih mudah.

Dengan demikian pun, bagi tenaga medis yang berprestasi bisa mendapatkan insentif yang juga seimbang dengan beban kerjanya.

Apalagi saat ini, era teknologi jaminan kesehatan sudah dikelola BPJS dari pemerintah pusat, artinya pemerintah daerah tinggal mendukung, bagaimana program tersebut selaras untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.

Di sektor pendidikan juga tak kalah menarik. Selain pendidikan gratis dari tingkat SD hingga SMA, dan S1, Smart City Bandar Lampung yang digagasnya terletak pada kualitas SDM yang harus terus ditingkatkan.

Jadi yang digagasnya adalah guru dan tenaga medis harus dinomor-satukan. Salah satunya adanya beasiswa pendidikan S2 dan S3.

Selain itu juga dilakukan pelatihan-pelatihan kepada guru demi meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

Jadi, ada anggaran khusus untuk beasiwa tenaga pendidik dan dokter untuk belajar ke jenjang magister di universitas-universitas terbaik di Indonesia.

3. Smart Economy (Ekonomi Cerdas)

Smart Economy menjadi poin yang juga menarik dalam konsep Smart City Bandar Lampung yang digagas Hartarto Lojaya. Ada potensi yang bisa lebih cepat dengan integrasi sistem untuk menyejahterakan warganya.

Apalagi Bandar Lampung adalah pintu masuk pulau Sumatera. Tentu potensi perdagangan, jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mempercepat masyarakat Bandar Lampung sejahtera.

Apalagi yang diinginkan Hartarto dalam konsep Smart City ini adalah bagaimana ekonomi kreatif tumbuh di sektor yang dimiliki Bandar Lampung, dari pusat kota dan pasar hingga pariwisata, hingga ke potensi lainnya.

Belum lagi kalau bicara, Bandar Lampung adalah salah satu kota bahari. Perikanan dapat ditata dengan baik, ada pasar khusus terpadu yang bersih, sehingga konsumen nyaman untuk datang.

Jadi saya pahami betul, konsep Hartarto ini terkait Smart City Bandar Lampung. Tugas pemerintah daerah ada;lah menyediakan fasilitas umum seperti perbaikan dan pengembangan atau revitalisasi pasar tradisional.

Semua harus sejalan dengan teknologi dan penerapannya. Jadi, pedagang yang menjual ikan, sayur, buah, serta sandang dan papan juga mendapat pembinaan dan promosi dari pemerintah.

Penerapan akses teknologi digital juga diterapkan di pasar-pasar dan ini juga menjadi salah satu sarana memudahkan investor untuk masuk menanamkan modalnya.

Di sektor perikanan juga demikian. Nelayan dibekali alat navigasi canggih untuk melaut. Sehingga, hasil tangkapannya maksimal.

Selain itu juga dalam hal ini digagasnya adalah terkait restruktrurisasi pajak untuk mengurangi biaya ekonomi tinggi yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sektor pariwisata masih bisa digarap lebih luas, wisata kuliner laut, tepi pantai dan pulau-pulau kecil di seberangnya bisa digarap maksimal.

Apalagi gagasan Hartarto adalah mengkolaborasikan Home Industri, dan pedagang kecil dengan ditopang Bank Pasar. Ekonomi kreatif terbangun, pengangguran berkurang, jiwa entrepreneur memicu munculnya pengusaha baru.

4. Smart Living (Kehidupan Cerdas)

Smart Living. Gagasan Hartarto ini juga realistis. Bagaimana kota yang kehidupannya beragam, tercipta kehidupan sosial yang toleransi, nyaman, aman dan berkelanjutan. Tidak terkotak-kotak.

Kota layak anak juga digagas dalam Smart City. Tentu ini sudah keharusan. Kota layak anak yang digagas Hartarto di antaranya seperti taman yang nyaman dan indah untuk bermain anak-anak. Tentunya taman yang mengedukasi.

Untuk anak muda. Kota gagasan Hartarto adalah kota yang menjadi inspirasi dan kreatifitas untuk anak mudanya. Sehingga, anak muda bisa lebih berkembang mengeluarkan potensi dalam dirinya.

Untuk orang tua, kota yang diimpikan Hartarto dalam Smart City ini adalah kota yang nyaman dihuni dalam mendidik anak anak dan dalam mencari nafkah halal tanpa adanya ketakutan akan suatu hal.

Demikian juga, Kota Cerdas yang digagas adalah untuk para lanjut usia, bisa menjadi kota yang nyaman dan tentram dalam menikmati masa tua.

Maka program yang baik adalah Smart City yang dari hulu ke hilirnya tersistem dengan baik, dan inilah yang pernah digagas Hartarto Lojaya. Tentu sulit untuk melupakan gagasan yang cantik ini.

5. Smart Mobility (Mobilitas Cerdas)

Berbicara smart mobility, gagasan Hartarto di Smart City Bandar Lampung ini juga menarik. Karena berkaitan dengan transportasi dan infrastruktur.

Bagaimana kenyamanan dan keamanan dalam dua hal yang menjadi penghubung transfer teknologi dapat masuk ke setiap wilayah di Bandar Lampung.

Sehingga, proses pembangunannya cerdas dan tidak menguras PAD serta tidak mematikan ekonomi rakyat, tidak terpusat di satu lokasi, dan terpenting adalah memikirkan warganya.

Untuk transportasi umum demikian. Transportasi umum harus menjamin kenyamanan, keamanan, dan ketertiban berkendara.

Jadi Hartarto menggagas ada jalan khusus sepeda, ada khusus pejalan kaki, jalur pedesterian dibenahi, sehingga aktifitas masyarakat dapat nyaman dan bisa ikut berpartisipasi mengurangi polusi.

Maka strategi Hartarto pun tepat, melibatkan kampus dan sekolah. Selain itu, melibatkan sektor usaha, UMKM, sehingga ada aktifitas ekonomi yang berjalan.

Pemerintah dalam hal ini tentunya menciptakan aturan tata ruang tentang perlunya ruang pejalan kaki agar nyaman dan aman untuk belanja sambil bersantai menikmati keindahan kota.

Demikian juga, pemerintah memiliki Bandar Lampung Centre sebagai tempat pelayanan dan pengaduan masyarakat 24 jam.

6. Smart Environment (Lingkungan Cerdas)

Dari sekian banyak yang dijelaskan di atas. Smart Environment tentunya juga menarik ya. Karena tak bisa dilepaskan kehidupan yang berjalan dengan lingkungan yang cerdas.

Lingkungan cerdas dalam konsep Hartarto adalah lingkungan yang nyaman dan aman bagi warganya. Jadi, tersedianya taman kota lengkap dengan taman bermain dan sarana toilet umum.

Lalu, yang akan dipastikannya adalah lingkungan yang bersih dari sampah yang berserakan, sehingga masyarakat bisa terus berulang menikmati keindahan kota dengan jalan kaki, bermain, bersantai, dan berbelanja.

Demikian juga yang dalam gagasannya fasilitas olahraga dikembangkan semaki modern untuk masyarakat, lalu ruko dan gedung diimbangi dengan hadirnya taman taman kota di sekitarnya.

Itu baru sedikit, masih ada lainnya, seperti program bedah kampung menambah kawasan hijau dan fasilitas kebersihan di setiap kelurahan, perbaikan sistem aliran sungai yang mengalir di daerah yang padat penduduk.

Tentu ini sangat menarik bagi saya diskusi Smart City Bandar Lampung yang akhirnya teringat akan sebuah nama dan gagasan yang pernah disampaikan oleh Hartarto Lojaya.

2 Responses for Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Hangat Diingatan

  • Membaca artikel ini, saya seperti langsung membayangkan andai saja di 2016 dimulai, artinya saat ini tinggal menikmati proses yg tersedia.

    Jika saja ini bisa dimulai, artinya proses itu masih bisa dinikmati dengan teknologi yang semakin berkembang dan maju.

    Artinya masih ada kesempatan untuk anak muda juga mengambil peran di setiap proses, pengembangan SDM dalam berpartisipasi memajukan kotanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *