Cerita Pendek Cinta Sedih Untuk Remaja Bikin Nangis

Cerita Pendek Cinta Sedih Untuk Remaja Bikin Nangis di Ruangbaca.id. Artikel tayang Mei 14, 2019 Dipost oleh Yoga Pratama in Cerpen.

cerita pendek cinta sedih
cerita pendek cinta sedih

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

Ruangbaca.id – Berikut ini adalah cerita pendek cinta sedih berjudul Cahaya Cinta, Riyan karya Intan Zulfa Majidah. Di kala banyak penulis mencoba menuliskan cerpen sedih romantis, tidak demikian yang ditulis Intan.

Namun cerita pendek cinta sedihnya ini merupakan cerita cinta sedih bikin nangis pembacanya. Terharu bagi yang menikmati setiap alur cerita yang ia tuliskan.

Karena penguasaan batin dan emosi yang baik, bahkan bisa disebut inilah salah satu Cerpen dengan cerita cinta menyedihkan dan tragis.

Seperti apa ceritnya mari kita simak cerita pendek cinta sedih berjudul Cahaya Cinta, Ryan karya Intan Zulfa Majidah. Sebuah cerpen cinta singkat, cerita cinta sedih bikin nangis, cerpen sedih bikin nangis berikut ini:

Cerita Pendek Cinta Sedih: Cahaya Cinta, Ryan

cerita pendek cinta sedih
cerita pendek cinta sedih

Seperti kapal berlayar, di tengah cuaca bermacam. Aku akan mencapai laut yang tak ada. Bahkan melewati yang seharusnya tak dilewati.

Semua demi dirimu, demi kita, dan keluarga. Tidak berhenti di sini, atau akan kehilangan semua. Harus melindungi, kuat. Menjaga tanpa lelah.

Dari kecil, aku kehilangan semua harta. Harta yang tak terbeli oleh apapun. Hanya tak beruang, alasannya. Hidup ini mengadung paku tajam untukku.

Kenapa tidak diriku saja? Di tukar semua rasa kehilangan dan hati dingin. Aku saja yang seharusnya takut, bodoh. Bahkan pajangan saja tak apa.

Karena takdir itu tak memberi. Aku akan mencapai semua. Terutama kekayaan. Nilai tertinggi, kecantikan tak tertandinggi, koneksi sekalipun.

Telah tercapai sekarang, membuat tak ada yang dapat menembus hatiku. Semuanya bukan hanya sekejap saja. Tapi ini bukan finish, belum sampai kesuksesan hakiki. Sampai hayat terangkat, akan terketahui seseorang berhasil atau tidak.

Baca Juga: Unsur Unsur Cerpen Dalam Menulis Cerita Pendek

***

Perkenalkan, panggilanku Rysta. Aku akan masuk Universitas Terkenal A. Dengan beasiswa dan sekolah kedinasan. Kau tahu orang yang sering bawa buku kemana-mana dan berkacamata hitam pekat?

Itu yang akan kalian ingat jika mengetahui tentangku. Hari ini, aku akan berbincang dengan keluarga tentang mimpi yang kupendam. Mimpi menjadi sarjana.

“Aku akan menjadi sarjana!” ucapku mantap saat Ibu dan saudaraku berkumpul. Setelah itu, semua diam sejenak. Dan kembali asyik dengan percakapan masing-masing.

“Kak Rysta!” Panggil Ibu tersenyum mendekat setelah beberapa menit. Aku beranjak berdiri dengan buku kuletakkan ke lantai, tetapi Ibu mengisyaratkan duduk kembali.

“Kakak, ingin jadi sarjana?” tanya seriusnya tanpa menunggu jawabanku.

“Maaf, Ibu gak bisa bantu. Pengunjung panti lagi menurun, keperluan juga sangat banyak. Ditambah utang. Kalau pakai uang gajian Ibu pun tak cukup,” penjelasan dengan wajah tertunduknya.

Aku menggeleng, menjawab, “Ibu udah bantu doa aja udah lebih dari cukup. Aku juga lagi cari-cari beasiswa dengan tes dan sekolah kedinasan. Soal pendaftarannya bisa dari tabungan  part timeku.”

Ibu mengangkat wajah sedikit. “Tapi tanpa koneksi itu sangat susah, apalagi di zaman sekarang.”

Aku terdiam. “Peluangnya pun sedikit, uang kamu akan sia-sia,” lanjut Ibu, membuatku berfikir.

Jatuh sudah mimpi yang belum kelangkahi sejengkal pun. Ibu katakan benar, kalau tak berhasil uang yang kugunakan untuk tes dan transportasi akan sia-sia.

Yang sebenarnya dapat berguna untuk keperluan lebih penting. Aku ingin menangis tepat saat itu, belum melangkah sudah tak bisa.

“Tapi…” ucap Ibu membuat air mataku masuk kembali. Aku melihat wajahnya tersenyum.

“Kalau kamu mempunyai orangtua angkat, kakak bisa jadi sarjana,” lanjutnya membuat hati lega tapi air mata tak tertahan.

Aku menangis tersedu-sedu. Aku tak mau pergi, ini adalah keluargaku. Kenapa harus meninggalkan lagi, lebih baik tak punya mimpi. Kenapa aku seberani dan mengenal luasnya dunia? Kenapa?

Baca Juga: Contoh Cerpen Perjuangan Seorang Ibu Yang Mengharukan

***

“Rysta, mata kamu lembab. Kenapa?” tanya Fanny, sahabat sekolahku.

Aku berhenti membaca Buku Biologi. “Gak, kemarin begadang belajar. Kan hari ini ulangan Ekonomi,” jawab setengah bohongku.

“Ya tah?” Fanny berfikir.

***

Aku tak menyangka akan sesusah ini mencari orangtua angkat. Kemarin, ada yang mau tapi yang diambil bukan aku. Ada juga yang mau angkat aku, tapi Ibu bilang itu bukan orang yang baik-baik.

Dan ini sudah sebulan lamanya, waktu tes sudah hampir dekat. Aku sudah putus asa, bilang untuk menyudahkan ide ini kepada Ibu. Tapi bukan namanya Ibu, kalau udah diputuskan akan berusaha sampai titik darah penghabisan.

“Assalamualaikum, permisi,” suara asing terdengar, aku menaruh buku yang kubaca. Kulihat pemuda sepantaranku.

“Ada yang bisa dibantu?” Tanyaku.

“Saya pengunjung panti, dan ingin ketemu dengan pengurus panti. Bisa tolong antarkan?” Jawabnya, aku mengangguk.

Dia berjalan, aku mengambil buku. Dan mensejajarkan dengan jalannya. “Silahkan masuk aja, tapi sepertinya lagi ada pengunjung lain. Tunggu sebentar,” ucapku sesampai di kantor pengurus.

“Oo, saya kenal pengunjung di dalam. Nama saya Ryan.”

“Anda Rysta, kan? Semoga kita bisa rukun bersama, Adikku,” lanjutnya membuatku heran.

“Rysta, kamu udah ketemu kakakmu. Ini orangtuamu sekarang, semoga kamu cepat beradaptasi, ya?” Ibu datang bersama sepasang suami istri muda. Tanpa disadari, air mataku jatuh aku memeluk Ibu.

“Jangan pendam mimpimu lagi. Capai walau sedalam atau setidak mungkin apapun,” kata mutiara Ibu membuat tangisanku semakin banyak.

Baca Juga: Contoh Cerpen Tentang Ibu Penuh Kasih Sayang Pada Anaknya

***

3 tahun kemudian…

Masa kebahagian keluarga kecilku hancur. Aku yang tetap berhasil masuk dengan beasiswa. Tapi berhenti berkerja, dikarenakan permintan orangtua. Ibu angkatku sakit, sakit parah. Saat itu, Ayah kena tipu oleh temannya. Perusahaannya bangkrut, Ayah  kacau balau. Kak Ryan tidak ada di sini, sibuk dengan kuliahnya di luar negeri dan juga tak bisa dihubungi. Ayah terjeremus ke pergaulan bebas, karena ibu tak tahu Ayah sedang kacau parah.

Aku juga baru mengetahuinya karena Ayah menutupinya. Tapi semua terlambat, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku ingin keluarga ini utuh. Ibu harus segera di operasi. Aku tak punya uang, walau ada tabungan. Isinya tak cukup. Waktu yang diberikan untuk melunasi tinggal 2 hari lagi, kalau bekerja di saat seperti ini. Tak mungkin dalam waktu singkat sebanyak 17 juta.

Akhirnya dari rumah-rumah tetangga, aku meminta pinjaman uang. Dari 10 rumah hanya 1 yang meminjamkan. Dan di saat genting begini bisa-bisanya. Orang kaya, manja, sok ganteng ini menembakku.

“Rysta” panggilnya membuatku jijik.

“Aku suka sama kamu, kita pacaran ya?” tanyanya.

“Nggak!” Ucap tegasku sambil berlalu langkah.

“Aku punya uang banyak. Apa pun yang kamu mau aku bakal kasih. Aku itu cinta mati sama kamu. Kamu yang dingin, tapi tetap cantik,” kata-kata yang muak itu membuatku berhenti.

“Oo, iya. Kalau begitu aku minta bukti,” ucap basa-basiku melangkah menuju ke dia.

“Bukti?”

“Aku mau jadi pacar kamu. Tapi kamu transfer 17 juta ke rekeningku!” ucapku yang hanya berbatin ‘pasti gak mau’.

“Oke!” Jawaban yang membuatku kaget. Tapi menjadi hal biasa kulakukan ke depannya. Hal ini terjadi karena mereka, maka mereka juga yang harus membayarnya.

Baca Juga: 10 Kata Kata Kangen Pacar dan Rindu Mantan

***

4 tahun kemudian…

“Apa benar gak ada masalah? Sejak 4 tahun lalu, kamu jadi sering ke sini loh, kak?” Tanya Ibu setiap aku mengunjungi panti.

“Nggak adalah. Apa masalahnya sekarang aku udah jadi CEO perusahan yang diperebutkan. Mana ada masalah, Ibu dan Ayah juga baik-baik aja kok, Bu,” ucapku berbohong.

Bohong. Aku tahu tangga yang aku naikki untuk mencapai saat ini adalah hal yang aku paling tidak sukai. Jadi wanita material, aku benci semua ini. Jadi seorang yang mempermainkan hati seseorang.

Tapi apa ini bisa diulang, seandainya aku tahu lebih dulu Ayah akan ditipu. Aku nggak akan jadi yang lebih berani. Sangat di luar nuraniku.

Seadainya ada yang mencegahku, kala dalam kelabilan. Kak Ryan kenapa tak ada di waktu itu. Dosa yang aku lakukan, dosa merupai setan penggoda. Aku ingin membuang, aku ingin bertaubat. Tapi tak ingin aku membuat mereka yang kusayangi kepikiran, khawatir.

“Hujan turun, padahal tak mendung,” suara rintik hujan terjatuh terdengar di telinga. Air mata juga kacau turun. Tiba-tiba seseorang mengusapkan sapu tangan ke wajahku, mengeringkan air mata.

Tba-tiba aku melihat tubuh yang tinggi itu. Hah, itu orang yang pernah meminta petunjuk arah padaku. Kak Ryan. Aku refleks memeluknya, tangisan yang kupendam kutumpahkan dalam bahunya.

Teriakan dosaku kukeluarkan. Aku tak tahan. Dia selalu menjadi cahaya di antara kegelapan. Dan dari situlah aku dibantu keluar. Ryan nama yang menjadi cinta cahayaku.

Baca Juga: Cara Membuat Cerpen Untuk Pemula Yang Baik dan Benar

Nah itulah contoh cerita pendek cinta sedih yang bisa kita nikmati setiap tulisan yang ditulis dengan haru.

Penulis bernama Intan Zulfa Majidah, dan naskah ini ditulisnya saat kelas 9 di MTS Ismaria Al-Qur’aniyyah. Ia memiliki hobby menulis, membaca, bermain game. Cita-citanya hafidzah, penulis, komikus, disagner.

2 Responses for Cerita Pendek Cinta Sedih Untuk Remaja Bikin Nangis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *